Thursday, February 28, 2008

Wawancara RSI: Blog Bicara - Planet Singapura dan Situs Agregasi Blog

Program acara “Blog Bicara” di Radio Singapore International (RSI) versi bahasa Indonesia selalu saya tunggu. Hal ini dikarenakan, sejak siaran perdana-nya sekitar tiga minggu yang lalu hingga sekarang, program acara radio yang membahas tentang blog dan blogging tersebut selalu menampilkan rekan-rekan blogger Indonesia yang kebetulan berada di Singapura dan tercatat sebagai salah satu kontributor Planet Singapura, situs agregasi blogger Indonesia di Singapura yang saya kelola. Dimulai dari ulasan mengenai blog-nya JaF aka mas Rane, lebih dekat dengan blog Indrani-nya Indi dan Rani, dan yang terakhir minggu lalu membahas cerita fiksi di blog-nya Renatha aka Dodol Surodol.

Lagi penasaran kira-kira blog siapa lagi yang akan dibahas minggu ini, tiba-tiba Fika dari RSI telepon, meminta saya menjadi nara sumber untuk program acara Blog Bicara minggu ini. Halah. :) Dalam wawancara ini, beliau ingin saya membahas mengenai agregasi blog, dan secara lebih spesifik, Planet Singapura, yang saya kelola. Mungkin karena kebetulan topik mengenai agregasi blog ini sedang hangat dibicarakan di blogosphere Indonesia? :)

Wawancara dilakukan kemarin (27/2) siang, dan disiarkan malamnya. Gerak cepat juga. :) Dalam wawancara tersebut, saya membahas mengenai definisi dan fungsi dari agregasi blog, dan bagaimana cara membuat agregasi blog (secara teknis). Dalam kesempatan itu juga saya menceritakan tentang visi dan misi Planet Singapura sebagai situs agregasi blogger Indonesia di Singapura, dimana tujuan saya membuat Planet Singapura adalah:

  1. Untuk memberikan gambaran kepada pembaca Planet Singapura mengenai kehidupan orang Indonesia yang tinggal di Singapura; dan
  2. Untuk menjadikan Planet Singapura sebagai media (atau wadah) bagi komunitas blogger Indonesia di Singapura.

Saya juga sharing mengenai situs-situs agregasi lainnya yang cukup populer di blogosphere Indonesia, seperti Planet Terasi, Merdeka, Planet Kronologger dan Rumah Blogfam. Fika juga memberikan pertanyaan yang cukup menarik: apakah kita perlu meminta ijin dulu kepada pemilik blog sebelum kita mengagregasikan blognya ke situs agregasi yang kita kelola. Saya kurang tahu apakah ini berhubungan dengan postingan saya mengenai Ikatan Blogger Takut Aggregator (IBTA), hahaha. :) Jawaban saya? Silahkan saja dengarkan file podcast-nya yang bisa diambil dan didengarkan disini (sumber aslinya diambil dari sini).

Link terkait:

Sunday, February 24, 2008

Cavana Chicken Rice




Date: Sunday, 3 February 2007.
Location: Cavana chicken rice restaurant, Marina Square, Singapore.

Cavana chicken rice is one of our favourite restaurants in Singapore. It's halal and the classic chicken rice on the menu is always becoming a hit for the kids.

It has many outlets all over Singapore but the one we usually visit is the one at Marina Square.

Tuesday, February 19, 2008

Ikatan Blogger Takut Aggregator (IBTA)

Mau menyaingi ISTI? :) :)

---cut---
Nulis sekarang, publish sekarang, tapi tanggalnya mundur. Wehehehhehe....

Takut sama aggregator, dikejar2 trus, sih.. Hahahahhaha....
---cut---

*sambil senyum-senyum saya membacanya* :) :)

Bernostalgia Bersama Boyke Bader

Artikel ini aslinya diposting disini.


Satu lagi, tokoh lama BemoNet yang mulai nge-blog. Boyke Bader akhirnya memutuskan untuk mulai nge-blog, walaupun beliau masih belum bisa membedakan antara situs personal dan blog, dan masih menganggap bahwa blog adalah sebuah media narsisistik. :)

Saya sendiri kenal Boyke sejak kami sama-sama mengambil S1 di Universitas (dulu STMIK) Gunadarma, hampir dua dekade yang lalu. Beliau-lah yang memperkenalkan saya ke dunia BBS, BemoNet, dan kemudian, Internet. Beliau-lah yang ngomporin saya untuk membeli modem Dynalink yang pada saat itu masih berkecepatan 14.4 Kbps saja. Setelah mencoba beberapa program dial-up terminal host untuk saling men-dial, perjalanan online saya dimulai ketika Boyke memperkenalkan saya ke dunia Bulletin Board System (BBS).

 

Keterangan foto: Boyke dan istrinya, Dety, ketika mengunjungi rumah kami di Singapura dalam acara Hari Raya Open House tahun 2006 yang lalu.

 

Dari daftar nomor telepon BBS yang diberikan oleh Boyke, beberapa BBS yang sempat menjadi langganan saya pada saat itu diantaranya adalah Thunder BBS milik Leonardus Leonardi (karena lokasinya yang dekat dengan rumah saya di Cinere, dengan nomor telepon yang sama-sama berkepala 754), Hang Tuah Online milik Pak Mujaya Hertadi, Ganesha BBS milik Heryudi Ganesha, putra Pak Mujaya yang masih es-em-pe (pada saat itu), dan last but not least, BBS Pusdata (Deperin).

Sistem komunikasi e-mail antar BBS yang ternyata saling terhubung melalui jaringan BemoNet memperkenalkan saya lebih lanjut ke komunitas jaringan e-mail ala FidoNet terbesar di Indonesia tersebut. Disanalah saya berkenalan dengan banyak rekan-rekan BemoNet seperti T.A. Coen, Harry Sufehmi, Donny Hariady, si kembar Gunawan dan Kukuh T. Wicaksono dan kakak mereka Enggar Dwipeni, dan masih banyak lagi rekan-rekan lain yang daftar namanya sempat saya kumpulkan disini.

Boyke juga lah yang memperkenalkan saya ke dunia Internet. Ketika RADNET memberikan akses ujicoba Internet gratis, saya mendaftar atas rekomendasi beliau. Beliau juga sempat mengajarkan saya cara menggunakan Eudora untuk e-mail, dan Netscape Navigator untuk web browsing. Ketika beliau ditawari kerja di RADNET sebagai web developer, beliau juga mengajak saya untuk turut serta.

Kompor lain dari beliau yang saya hampir akan ikuti adalah mengambil S2 di Inggris. Sayangnya, krisis ekonomi yang melanda Indonesia (dan dunia) pada tahun 1997 dan membuat nilai rupiah menjadi tidak berharga (apalagi kalau harus dihadapkan dengan poundsterling) menggagalkan rencana saya mengikuti beliau melanjutkan studi ke Inggris. Akhirnya saya memilih untuk melanjutkan S2 di Universitas Indonesia, dan setelah lulus, saya pun "terdampar" di Singapura ini.

Ah, yang namanya bernostalgia itu memang nikmat, ya… :) Selamat datang di dunia blogosphere Indonesia, Boy. Semoga betah. :) :)

Link terkait:

Saturday, February 16, 2008

Singapore DUCKtours

This article is originally posted on ABN's Asia Travel Blog here.

Singapore DUCKtours is a combined city and harbour tour in Singapore, using a refurbished ex-military amphibious vehicle they call as "duck" which can travel on both land and water. The one-hour tour comprises of 40 minutes water tour around Singapore's Marina Bay area and 20 minutes land tour around Singapore's civic district. The water tour in the Marina Bay area will show you places around the Singapore Flyer, Benjamin Sheares bridge, the floating platform, Esplanade and the Merlion, while the land tour in the civic district area will show you places around City Hall and the Padang.

The tour departs from Suntec City on an hourly basis between 10am to 7pm, subject to weather conditions. The price is $33 for adult and $17 for child, quite expensive since it's catered more for tourists. To purchase the tickets, we can approach the ticketing counter, which is located at the Suntec City Mall, near the Convention Centre area. We can use major credit cards for payment.

We will board the duck on an open area just next to the ticketing counter. There is a tour guide who accompanies all the guests throughout the journey and give running commentaries with regards to all the tourist attractions along the way. The best photo stop would be the Merlion, where the duck boat will have a brief stop to allow all guests to take pictures of the Merlion from both sides of the boat.

Note: More pictures can be found here.

Signature Park CNY Family Carnival




Date: Saturday, 16 February 2008.
Location: Signature Park, Singapore.

Today, we attended a Chinese New Year Family Carnival at our apartment's complex. My wife also participated in the bazaar, getting a table to sell her specialties: food and accessories, together with jeng Epha. Some of their friends (some with their husbands and kids) were also coming to support them.

There are lion dance performance and magic show, and the kids were also participating in some of the games. Inka got herself a tiny little fish on one of the games, and Inka and her team won second prize for costume design competition, which Inka was the model.

On a pleasant surprise, we also got ourselves the second winner of the door prize! :) :)

Thursday, February 14, 2008

Al-Ameen Restaurant




Date: Thursday, 14 February 2008.
Location: Al-Ameen 24-hour Restaurant, Cheong Chin Nam Road, off Upper Bukit Timah Road, opposite Beauty World Centre, Singapore.

Last night, we went to Al-Ameen restaurant, one of our favourite 24-hour halal restaurants which is located not far from our residence.

Inka ordered cheese egg prata while Irza ordered the pyramid-shaped tissue prata. I and my wife ordered tulang merah and tom yum soup (not in the picture) to be shared together, while I also ordered my favourite Indian-style mee goreng with telur mata lembu.

For the drinks, both the kids chose their favourite milo dinosaurs, while my wife ordered ice tea cino and I ordered my favourite air lychee.